Laman

Wednesday, February 13, 2019

Penjaringan Kesehatan Siswa MTsN 1 Probolinggo Oleh Puskesmas Paiton

MTsN 1 Probolinggo - Puskesmas merupakan kepanjangan dari pusat kesehatan masyarakat yang menerima pelayanan dan penyuluhan mengenai keluarga bencana. Di Indonesia sendiri, puskesmas tersebar hampir di setiap kecamatan.

Selasa 22 November 2017, Puskesmas Paiton yang diwakili oleh Bapak Yanto dan Jazuli mengunjungi MTsN 1 Probolinggo guna melaksanakan program Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah. Program ini telah dilakukan di beberpa sekolah sekecamatan Paiton yang terdiri dari 37 SD/MI, 18 SMP/MTs, dan 14 SMA/MA.

Sebelum melakukan kegiatan ini, pihak petugas telah memberikan kuisioner kepada para siswa-siswi MTsN 1 Probolinggo. Kuisioner tersebut berisi tentang data-data kegiatan keseharian siswa, makanan yang dimakan, serta gangguan yang sering dirasakan.

Kemudian setelah hari H, para siswa-siswi di cek kondisi fisiknya dengan mencocokkan kuisinoer yang telah diisi. Dari hasil pengecekan, terdapat 3 siswa yang diragukan kesehatannya oleh petugas dan disarankan untuk berobat ke Pusksesmas secepatnya.

Tak lupa, petugas juga memberikan ilmu tentang kesehatan kepada siswa-siswi MTsN 1 Probolinggo terkait bahaya narkoba, makanan bergizi, serta cara menjadi pribadi yang sehat di masyarakat.

Kesuksesan Kita Berawal Dari Hormat Kepada Guru

MTsN 1 Probolinggo - Senin 6 November 2017, Seperti biasa MTsN 1 Probolinggo sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional di daerah Paiton melaksanakan upacara rutin setiap senin. Kali ini Muhammad As'adi, M.Pd selaku Kepala Madrasah yang menjadi pembina upacara.

Beliau menyampaikan beberapa pesan kepada siswa-siswi terkait poin-poin penting janji siswa yang sering dibacakan kala upacara dilaksanaka, diantaranya belajar sungguh-sungguh dan menghormati guru.

"Poin penting Janji Siswa diantaranya belajar sungguh-sungguh. Ingat apa yang kalian ikrarkan! Kalian harus memiliki bekal seperti komitmen (keinginan), modal semangat, serta buku bacaan (jendela ilmu)", ujar Muhammad As'adi, M.Pd.

Dalam penyampaiannya beliau memaknai, siswa harus memiliki komitmen untuk belajar sungguh-sungguh. Kemudian memiliki modal, modal bukan hanya terkait materi (uang) tapi yang dimaksud adalah modal semangat, semangat untuk menjadi siswa yang rajin. Bekal terakhir adalah buku bacaan, karenanya kita bisa menjadi lebih mengetahui semua bidang ilmu. Jadi sangat penting untuk dibekali dengan buku-buku pelajaran, baca di rumah, hingga dimana saja selama ada kesempatan untuk membaca.

"Poin selanjutnya adalah menghormati gurumu. Kita akan memperoleh barokah ilmu jika ta'dzimul ustadz (menghormati guru). Banyak orang sukses karena selama mereka belajar tidak pernah menyakiti guru, selalu ta'at pada guru, dan senang kepada gurunya. Jadi sudah jelas bahwa kesuksesan kita berawal dari hormat kepada guru", Jelasnya.


"Sepintar apapun kalian, insyaAllah jika tidak menghormati guru maka kalian tidak akan memperoleh barokahnya ilmu. Harapan kita sebagai guru kalian disini, semoga kalian bisa berguna bagi nusa dan bangsa", tutupnya.

Demikianlah pesan singkat dari Bapak Kepala Madrasah MTsN 1 Probolinggo pada upacara rutin pagi ini.

3 Tugas Pokok Siswa Dalam Mencari Ilmu

3 Tugas Pokok Siswa Dalam Mencari Ilmu
Apel pagi merupakan sebuah rutinitas yang dilaksanakan oleh setiap lembaga sebelum memulai suatu 
aktivitas, hal ini dimaksudkan untuk menjaga semangat maupun fresh mind. MTsN 1 Probolinggo yang notabene adalah lembaga pendidikan madrasah senantiasa menjalakan apel pagi setiap senin, (28/1).

Apel senin pagi kali ini dikomandoi oleh Balsan Suro Zainul Halif, S.Pd. Mantan bendahara Madrasah sekaligus guru Aqidah Akhlak ini memberikan beberapa pesan kepada siswa tentang 3 tugas pokok siswa dalam mencari ilmu, yaitu belajar bersungguh-sungguh, menghormati guru, dan menjaga almamater madrasah.

Pada poin pertama beliau menjelaskan bahwa belajar bersungguh-sungguh itu wajib bagi siswa-siswi. Semenjak maraknya penggunaan gadget, menyebabkan siswa-siswi teledor dan lebih memilih gadget dari pada belajar. Untuk itu, diharapkan semua siswa mengubah kebiasaan gadget dengan kebiasaan belajar mulai saat ini.

Poin kedua beliau berpesan untuk senantiasa menghormati para guru, karena beliau yang mendidik dan memberikan ilmu. Jadi siswa-siswi diharapkan selalu menghormati guru baik dalam Madrasah maupun luar Madrasah. Pasalnya ilmu barokah dan manfaat itu salah satunya berasal dari ta'dim kepada para guru.

Poin terakhir adalah senantiasa menjaga almamater madrasah, beliau berpesan agar setiap siswa ingat dan sadar bahwa saat ini mereka ada di bawah naungan almamater MTs. Negeri 1 Probolinggo, sehingga sudah seharusnya menjaga dan mengharumkan nama madrasah. (Bay)